Download Riwayat Transaksi XT untuk SPT 2026

Cara Download Riwayat Transaksi XT untuk Lapor SPT Tahunan 2026

Cara Download Riwayat Transaksi XT untuk Lapor SPT Tahunan 2026 menjadi topik yang banyak dicari seiring mendekatnya periode pelaporan pajak tahunan. Memasuki awal tahun 2026, wajib pajak orang pribadi maupun pelaku investasi aset digital mulai mempersiapkan dokumen pendukung untuk pelaporan SPT Tahunan melalui DJP Online. Salah satu dokumen yang sering dibutuhkan adalah riwayat transaksi dari platform tempat melakukan aktivitas perdagangan atau investasi, termasuk dari platform XT.

Artikel ini membahas langkah-langkah teknis, hal-hal yang perlu diperhatikan, serta kaitannya dengan ketentuan pelaporan pajak yang berlaku di Indonesia per Januari 2026.

Mengapa Riwayat Transaksi XT Dibutuhkan untuk SPT Tahunan 2026?

Dalam pelaporan SPT Tahunan, wajib pajak perlu mencantumkan informasi terkait:

  • Penghasilan yang diperoleh selama satu tahun pajak

  • Harta yang dimiliki per 31 Desember 2025

  • Kewajiban atau utang (jika ada)

Bagi pengguna platform perdagangan aset digital seperti XT, riwayat transaksi berfungsi sebagai:

  1. Rekap aktivitas jual beli aset.

  2. Dasar penghitungan potensi keuntungan (capital gain).

  3. Dokumen pendukung jika diminta klarifikasi oleh otoritas pajak.

Ketentuan pajak atas transaksi aset kripto dan digital di Indonesia diatur melalui regulasi resmi pemerintah, termasuk PMK terkait pajak atas transaksi aset kripto. Untuk Cara Download Riwayat Transaksi XT untuk Lapor SPT Tahunan 2026

Berikut panduan umum yang dapat diikuti untuk mengunduh riwayat transaksi dari akun XT Anda.

1. Login ke Akun XT

  • Buka situs resmi atau aplikasi XT.

  • Masuk menggunakan email/nomor terdaftar dan password.

  • Selesaikan verifikasi keamanan (2FA jika aktif).

Tips keamanan: Pastikan Anda mengakses domain resmi dan tidak menggunakan tautan dari sumber tidak dikenal.

2. Masuk ke Menu “Orders” atau “Transaction History”

Setelah berhasil login:

  • Akses menu Wallet, Orders, atau Transaction History (nama menu bisa berbeda tergantung versi aplikasi).

  • Pilih jenis transaksi yang ingin diunduh, misalnya:

    • Spot trading

    • Futures

    • Deposit & withdrawal

    • Riwayat distribusi fee atau reward

3. Atur Periode Transaksi (1 Januari – 31 Desember 2025)

Untuk keperluan SPT Tahunan 2026 (Tahun Pajak 2025):

  • Pilih rentang tanggal dari 1 Januari 2025 hingga 31 Desember 2025.

  • Pastikan zona waktu sesuai (UTC atau GMT+7) agar tidak ada data yang terlewat.

Langkah ini penting karena pelaporan pajak menggunakan basis tahun kalender.

4. Klik Opsi “Export” atau “Download”

Umumnya tersedia fitur:

  • Export ke format CSV

  • Export ke format Excel

  • Kadang tersedia juga format PDF

Pilih format CSV atau Excel agar lebih mudah diolah untuk rekapitulasi pajak.

5. Simpan dan Periksa Kembali Data

Setelah file diunduh:

  • Buka file dan cek kelengkapan data.

  • Pastikan terdapat informasi:

    • Tanggal transaksi

    • Jenis aset

    • Harga beli/jual

    • Jumlah

    • Biaya transaksi (fee)

Jika terdapat batasan unduhan (misalnya maksimal 3 bulan per file), ulangi proses hingga seluruh tahun 2025 terunduh.

Cara Menggunakan Riwayat Transaksi XT untuk Pelaporan Pajak

Setelah memahami Cara Download Riwayat Transaksi XT untuk Lapor SPT Tahunan 2026, langkah berikutnya adalah mengolah data tersebut.

1. Hitung Nilai Aset per 31 Desember 2025

Dalam SPT Tahunan:

  • Aset kripto dilaporkan sebagai Harta Lainnya.

  • Nilai yang dilaporkan adalah nilai perolehan (harga beli), bukan harga pasar saat ini.

Pastikan Anda merekap total nilai pembelian bersih.

2. Identifikasi Potensi Penghasilan

Jika terdapat:

  • Keuntungan dari selisih jual beli

  • Insentif atau reward tertentu

Maka perlu diklasifikasikan sesuai jenis penghasilan dalam formulir SPT (1770, 1770 S, atau 1770 SS tergantung profil wajib pajak).

3. Simpan Dokumen sebagai Arsip

Meskipun tidak selalu wajib dilampirkan saat e-Filing, riwayat transaksi sebaiknya disimpan minimal 5 tahun sesuai ketentuan administrasi perpajakan.

Kendala yang Sering Terjadi Saat Download Riwayat Transaksi XT

Beberapa kendala umum yang dilaporkan pengguna:

  1. Data tidak lengkap karena batasan periode unduhan
    Solusi: Unduh per kuartal atau per bulan.

  2. Format waktu berbeda (UTC vs WIB)
    Solusi: Sesuaikan saat melakukan rekap manual.

  3. File CSV tidak terbaca rapi di Excel
    Solusi: Gunakan fitur “Import Data” dan pilih delimiter yang sesuai (comma).

Tips Agar Pelaporan SPT 2026 Lebih Tertib

Agar proses tahun berikutnya lebih mudah:

  • Unduh riwayat transaksi setiap akhir bulan.

  • Simpan rekap dalam satu folder khusus pajak.

  • Catat nilai pembelian dan penjualan secara berkala.

  • Gunakan spreadsheet khusus untuk menghitung akumulasi.

Kedisiplinan administrasi akan mengurangi risiko kesalahan pelaporan dan mempermudah jika sewaktu-waktu diperlukan klarifikasi.

Batas Waktu Lapor SPT Tahunan 2026

Sebagai pengingat:

  • Wajib Pajak Orang Pribadi: paling lambat 31 Maret 2026

  • Wajib Pajak Badan: paling lambat 30 April 2026

Disarankan tidak menunggu mendekati batas waktu untuk menghindari kendala sistem atau kelengkapan dokumen.

Cara Download Riwayat Transaksi XT untuk Lapor SPT Tahunan 2026 pada dasarnya dapat dilakukan langsung melalui fitur export di akun masing-masing pengguna. Proses ini mencakup pemilihan periode tahun pajak, pengunduhan file dalam format CSV/Excel, serta pengecekan ulang data sebelum digunakan untuk pelaporan.

By admin